Berita UtamaKesehatan

Dinkes Sumenep Perkuat Kader Posyandu di Kacongan, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

×

Dinkes Sumenep Perkuat Kader Posyandu di Kacongan, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Posyandu Desa Kacongan
Kegiatan pembudayaan hidup bersih dan sehat di Posyandu Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Melalui kegiatan ini, para kader Posyandu mendapatkan pembinaan dan edukasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat peran kader Posyandu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan supervisi fasilitatif pembudayaan hidup bersih dan sehat, Tim Promosi Kesehatan (Promkes) turun langsung memberikan pembinaan kepada kader Posyandu di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan kader dari lima Posyandu, aparat desa, bidan desa, serta perawat desa. Penjabat (Pj) Kepala Desa Kacongan turut hadir dalam kegiatan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dan penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat tersebut.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menjelaskan bahwa supervisi fasilitatif bertujuan meningkatkan mutu pelayanan Posyandu melalui pendampingan, pembinaan, serta komunikasi dua arah yang konstruktif antara tenaga kesehatan dan kader.

Menurutnya, pendekatan supervisi fasilitatif tidak semata-mata berorientasi pada pencarian kesalahan dalam pelaksanaan pelayanan, tetapi lebih menekankan pemberdayaan kader agar mampu menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Ellya menilai penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Kader yang memiliki pemahaman dan keterampilan memadai diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai kendala teknis yang dihadapi kader di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Pembinaan juga diarahkan untuk memperbaiki sistem administrasi, terutama pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu.

BACA JUGA :  Momentum HPN, Para Jurnalis Bangkalan Diharap Mampu Bawa Perubahan

Selain itu, supervisi fasilitatif menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa guna mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Tim Promkes Dinkes P2KB Sumenep memberikan sejumlah materi edukasi kesehatan dan bimbingan teknis kepada para peserta.

Nurul Kamaria menyampaikan edukasi mengenai demam berdarah dengue (DBD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman kader terhadap pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu, Yuli Mahendra memberikan edukasi mengenai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan pemahaman kader terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini penyakit.

Adapun Ahmad Nawakil memberikan bimbingan teknis kepada kader Posyandu guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Ellya berharap kegiatan supervisi fasilitatif dapat memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Penguatan kapasitas kader juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan, serta mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Dinkes P2KB Sumenep berupaya mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan dasar yang semakin berkualitas, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep. (adi)

Tinggalkan Balasan