Menu

Berkumpul di Arafah; Do’a untuk Tanah Air

Berkumpul di Arafah; Do’a untuk Tanah Air
Om Jo
Link Banner

Oleh: Om Jo

matamaduranews.com-SAUDARAKU, mintakan kepada Allah Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur – Negeri sentosa yang dilimpahi ampunan Allah, rakyatnya beriman dan hanya menyembah Allah serta pemimpinnya amanah dan menjauhi sifat khianat.

Bila semua telah engkau mintakan kepada Allah, letakkan kening di tempat sujud, mohonlah kepada Allah agar membangkitkan kekuatan orang-orang mukmin di negeri ini, satukan mereka dalam shaf yang rapat, gerakkan mereka dalam al-Haq (kebenaran), mintalah agar Allah menyegerakan janji-Nya.

Karena bila al-Haq ditegakkan, yang bathil (salah) pasti akan tumbang dengan sendirinya. Dan jangan berhenti menangis sampai matahari terbenam. Setelah itu, pulanglah ke Tanah Air. Mari bergabung membentang.

Berkumpul di Arafah

Sejak dilahirkan,  manusia telah mendapat panggilan Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Bagi yang belum bisa berangkat tahun ini, semoga Allah memberi kemudahan untuk berangkat tahun depan, agar bisa merasakan miniatur dahsyatnya gladi-resik Padang Mahsyar. Jutaan manusia berkumpul dengan seragam dua helai kain putih, mengingatkan kita pada kain kafan. Sungguh merugi bagi mereka yang pulang dari haji, tapi tidak merasakan dahsyatnya mati.

Wuquf di Arafah kurang dari 12 jam, sedangkan di Padang Mahsyar 50.000 tahun, yang seharinya setara dengan 1000 tahun dunia. Di Arafah sebagian kita berada di atas karpet tebal dalam tenda sejuk ber-AC. Di Padang Mahsyar matahari hanya sejengkal di atas kepala kita, tanpa kecuali.

Di Arafah, sebagian dari kita berkumpul bersama keluarga; istri, suami, ayah, ibu dan anak-anak atau teman. Namun, Di Padang Mahsyar setiap orang lupa akan orang lainnya, cemas pada keselamatan diri sendiri.

Di Arafah kita berdo’a, berdzikir dan menangis, lalu berakhir dengan kebahagiaan untuk beranjak ke Muzdhalifah. Di Padang Mahsyar kita tegang, takut, cemas ribuan tahun lamanya menunggu selesainya antrian maha panjang pengadilan. Belum tentu pula berakhir dalam kebahagiaan.

Mungkin kita beranjak ke tempat yang aman, mungkin juga ke tempat yang menyengsarakan. Na’udzubillahi… Kawan, mari kumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk memenangkan pengadilan akhirat ! Insya-Allah…

Selamat Idul Adha 1440 H, Mohon Maaf Lahir Bathin

Salam Om Jo (Perum Satelit, 10 Agustus 2019)

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional