Operasi penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 berlangsung dramatis di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Di tengah kepulan asap dan penumpang yang terapung di laut, sedikitnya 11 kapal dari Basarnas, TNI AL, Kementerian Perhubungan, hingga kapal-kapal niaga berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan ratusan korban.
Seperti dikutip Kompas.com, operasi SAR dimulai setelah SROP Kalianget menyiarkan sinyal darurat kepada seluruh kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Respons cepat itu membuat sejumlah kapal yang tengah melintas segera mengubah haluan menuju titik kebakaran.
Kapal KM Meratus Project 3 menjadi armada pertama yang menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa 2. Namun, kapal tersebut tidak dapat merapat karena sedang membawa muatan berbahaya (dangerous cargo) yang berisiko apabila berada terlalu dekat dengan kobaran api.
Penyelamatan pertama akhirnya dilakukan oleh TB Hasnur 26. Kapal tunda itu menjadi armada pertama yang berhasil mendekati lokasi dan mengevakuasi para penumpang yang terapung di laut. Korban diangkat menggunakan tali sebelum dipindahkan ke kapal-kapal penyelamat lainnya.
Dalam operasi gabungan tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi dan RIB 01 Sumenep, dibantu KRI Nala 363 milik TNI AL, KM Meratus Pematang Siantar, KM Meratus Project 3, Transco Arafura, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, Selaras Mas, British Mentor, serta kapal KPLP KN Grantin P.211 dan KN Masalembo.
Berdasarkan data Basarnas, para korban yang berhasil diselamatkan kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Penumpang yang mengalami luka maupun gangguan kesehatan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, suasana haru menyelimuti Posko Gapura Surya Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak. Seperti dikutip Detik.com dan Kumparan, sejak Minggu siang keluarga penumpang terus berdatangan untuk mencari kepastian nasib anggota keluarga mereka. Sebagian menunggu dengan cemas di depan posko, sementara petugas terus memperbarui daftar korban yang berhasil ditemukan.
Pemerintah bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membuka layanan informasi korban, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikologis bagi keluarga penumpang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan sekaligus membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab kebakaran kapal.
Hingga Minggu pukul 18.00 WIB, operasi pencarian terhadap sekitar 41 penumpang yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh tim gabungan. Basarnas mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi karena jumlah korban masih dapat berubah seiring berlanjutnya operasi pencarian. (bah)












