Cara RSUD Sumenep Merespon Program UHC Yang Digagas Bupati Fauzi

matamaduranews.comProgram kesehatan gratis untuk seluruh warga ber-KTP Sumenep yang digagas Bupati Fauzi mulai dirasakan oleh pasien RSUD Dr Moh. Anwar Sumenep.

Seperti yang disampaikan Rahwi, asal Desa Dapenda, Kecamatan Batang- Batang, Sumenep.

Rahwi terlihat duduk di kursi antrean loket RSUD Sumenep. Saat ditemui Mata Madura, Rahwi mengaku mendapat pelayanan kesehatan secara gratis. Tanpa dipungut biaya.

“Alhamdulillah, Mas. Sejak masuk sampai sekarang semua gratis,” ucap Rahwi yang mengantar saudaranya rawat inap di RSUD Sumenep.

Selasa pagi itu, Rahwi bersama keponakannya Zamhuri lagi menunggu pengurusan administrasi di loket.

Kata Rahwi, kelengkapan administrasi bisa menyusul dilengkapi setelah pasien dilayani hingga menemukan kamar untuk rawat inap.

Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep,  dr Erliyati  merespon program UHC (Universal Health Coverage) yang digagas Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

“Ketika UHC diberlakukan pada 7 November, seketika kami membuat flyer dan roll banner di ruang-ruang rumah sakit. Semacam maklumat, begitu,” terang dr Erliyati melalui Kasi Humas RSUD dr Moh Anwar Sumenep Arman Endika Putra kepada Mata Madura, Rabu 23 November 2022.

Kabar Baik untuk Pasien BPJS, RSUDMA Sumenep Bisa Layani Kemoterapi dan Ortopedi
dr. Erliyati, M.Kes, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Respon manajemen RSUD Moh Anwar juga berlaku bagi keluarga pasien rawat inap atau rawat jalan yang tak melengkapi administrasi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam UHC.

Si pasien tetap mendapat pelayanan. Sedangkan keluarga pasien diarahkan ke bagian ruang Instalasi Peduli Pelanggan (IPP).

“Kami di IPP mendampingi keluarga pasien untuk melengkapi persyaratan yang diminta tanpa mengabaikan pelayanan si pasien,” kata Erliyati mendambakan.

BACA JUGA :  Berhasil Turunkan Angka Stunting, Bupati Busyro Jadi Nara Sumber

dr Erliyati juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Moh Anwar Sumenep tak membedakan pelayanan kepada pasien. Baik pasien gratis maupun pasien mandiri.

“RSUD Moh Anwar Sumenep mengedepankan pelayanan tanpa melihat apakah pasien mandiri atau pasien UHC,” tegas Ibu dokter yang ramah ini.

“Prinsip kami utamakan pelayanan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Sumenep menjadi kabupaten ketiga di Pulau Madura yang menerapkan program cakupan kesehatan universal (UHC/ Universal Health Coverage).

Menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Munaqib, kabupaten pertama di Pulau Madura yang menerapkan UHC adalah Kabupaten Sampang.

Setelah itu, Kabupaten Bangkalan. Ketiga Kabupaten Sumenep.

Bupati Fauzi berharap melalui program program cakupan kesehatan universal, warga Sumenep yang sakit cukup menunjukkan KTP elektronik kepada petugas, baik di puskesmas, klinik, maupun di rumah sakit.

“Jadi, kalau masyarakat sakit dan masuk puskesmas, tinggal tunjukkan e-KTP,” kata Bupati Fauzi saat launching UHC akhir Oktober lalu.

Bupati berharap, program baik pemerintah ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk oleh seluruh tenaga kesehatan.

“Dan melalui program ini, maka tidak ada lagi warga yang tertolak di puskesmas atau di rumah sakit karena tidak punya biaya, karena semuanya sudah gratis,” pungkas Bupati Fauzi. (*)

Komentar