Detik-detik Penembakan Brigadir Yosua

matamaduranews.com-Jumat sore itu, 8 Juli 2002, Richard, Yosua, dan Ricky baru tiba dari Magelang dalam rangka mengawal istri Sambo, Putri Candrawathi.

Brigadir Yosua waktu itu berada di halaman rumah. Sambo memanggilnya. Brigadir Yosua masuk ke dalam rumah.

Saat menghadap Sambo. Yosua didudukkan dan dipegangi. Tak lama kemudian, Yosua ditembak.

“Semua saksi menyatakan Brigadir Yosua tidak berada di dalam rumah, tapi di taman—pekarangan depan rumah,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Jumat 12 Agustus 2022 saat konferensi pers.

Jelas. Jumat sore itu. Brigadir Yosua tidak berada di kamar Putri. Cerita bahwa Putri dilecehkan di rumah dinas Sambo sampai berteriak minta tolong ke Richard dan Ricky adalah rekaan Sambo semata.

Begitu pun soal baku tembak antara Yosua dan Richard. Hanya rekaan belaka.

Karena itu, Bareskrim Polri menghentikan laporan kasus dugaan pelecehan seksual dan dugaan pengancaman terhadap Putri Candrawathi oleh Yosua.

Lapora Ibu Putri pada Sabtu, 9 Juli, sehari sesudah Yosua tewas dianggap Bareskrim sebagai upaya menghalangi proses penegakan hukum (obstruction of justice).

***
Yosua berlutut di lantai dengan kedua tangan di belakang kepala.

Di dalam di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Richard berdiri di hadapan Yosua Hutabarat, rekannya sesama ajudan Kadiv Propam Polri.

Di dekatnya, berdiri pula Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf—asisten rumah tangga di rumah itu.

BACA JUGA :  Gadis 18 Tahun di Sampang Diduga Diperkosa Tetangganya

Saat didudukkan. Sambo menembak Yosua.

Irjen Ferdy Sambo bersuara keras. Memerintah Bharada Richard Eliezer untuk menembak Yosua.

Perintah Sambo memasuki gendang telinga Bharads E “Tembak, woi. Tembak! Tembak!!”

“Saya waktu itu galau dan ketakutan. Kalau saya tidak melaksanakan perintah, mungkin saya yang ditembak,” cerita Bharada Richard Eliezer kepada pengacaranya, Ronny Talapessy:

Sambil memejamkan mata, Bharada Richard Eliezer menarik pelatuk dan melepaskan tembakan ke arah Brigadir Yosua begitu teriakan Irjen Ferdy Sambo memasuki gendang telinganya.

 Penembakan Brigadir Yosua
Brigadir Yosua, Putri Candrawathi dan ajudan Sambo lainnya.

Sambil memejamkan mata, Bharada E menarik pelatuk. Ia takut ditembak bila tak mau menembak.

Ketakutan itu ia simpan sekian lama. Sampai akhirnya di satu titik, ia balik kanan meninggalkan Irjen Ferdy Sambo.

***
Perintah untuk menembak diterima Richard sekitar satu jam sebelumnya di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, yang tak jauh dari Kompleks Polri.

“[Perintah didapat Richard] di Saguling. Dia tidak punya pilihan lain [selain menuruti Sambo]. Bharada RE ini kan pasukan Brimob. Perintah atasan ya wajib dia patuhi. Jadi dia menerima perintah, dan dia laksanakan. Tapi dia tidak tahu jadi bagian dari rencana pembunuhan,” kata Ronny Talapessy, pengacara yang mendampingi Richard sejak 10 Agustus.

Komentar