Pendidikan

Ketika SMA Memadukan Kurikulum Pesantren, Sains, dan Prestasi Bertaraf Internasional

×

Ketika SMA Memadukan Kurikulum Pesantren, Sains, dan Prestasi Bertaraf Internasional

Sebarkan artikel ini

Catatan Dari Yogyakarta

SMA Sains Al Quran Wahid Hasyim
Dok/SMA Sains Al Quran Wahid Hasyim Yogyakarta

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya biaya pendidikan, SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim Yogyakarta menawarkan konsep Islamic Boarding School yang memadukan pendidikan pesantren, penguatan sains, budaya riset, penguasaan bahasa asing, dan pembentukan karakter untuk melahirkan lulusan berdaya saing global.

Bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta dan berstatus Akreditasi A, sekolah ini mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan kurikulum kepesantrenan serta kekhasan Sains Al-Qur’an.

Sejak awal berdiri 2015, SMA Sains Al-Qur’an dirancang bukan sekadar sebagai sekolah menengah, melainkan sebagai jembatan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan di dalam maupun luar negeri.

Karena itu, setiap proses pembelajaran diarahkan untuk membentuk lulusan yang unggul secara akademik, kokoh dalam nilai-nilai keislaman, memiliki jiwa kepemimpinan, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Memadukan Model Pesantren

Keunggulan SMA Sains Al-Quran Wahid Hasyim tidak hanya terlihat dari kurikulumnya, tetapi juga dari kehidupan para santri yang berlangsung selama 24 jam di lingkungan asrama.

Pendidikan tidak berhenti ketika bel sekolah berbunyi. Aktivitas belajar berlanjut melalui pembiasaan ibadah, pembentukan akhlakul karimah, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga pengembangan kemampuan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem boarding school dipadukan dengan tradisi pesantren sehingga proses pendidikan berlangsung secara menyeluruh, membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.

Semangat integrasi itu tercermin dalam kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan pendidikan Islam. Selain mengikuti mata pelajaran nasional, para santri menjalani program Tahfidz Al-Qur’an dengan target hafalan minimal 12 juz selama tiga tahun, pembelajaran tahsin dan tajwid setiap hari, tafsir Al-Qur’an berbasis pendekatan tematik sains, serta kajian kitab kuning melalui metode sorogan dan bandongan.

Penguasaan bahasa juga menjadi bagian penting melalui sistem Multi Language yang membiasakan penggunaan Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, baik di ruang kelas maupun di lingkungan asrama.

Untuk memperluas cakrawala para siswa, sekolah juga menghadirkan International Student’s Preparation Program sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan di Indonesia maupun mancanegara.

Suasana belajar di SMA Sains Al-Qur’an dirancang jauh dari pola pembelajaran satu arah. Pendekatan active learning mendorong siswa aktif berdiskusi, meneliti, mengemukakan gagasan, dan menyelesaikan persoalan secara kreatif. Praktik laboratorium, penelitian ilmiah, Project and Science Fair, Forum Group Discussion, pelatihan presentasi, hingga Counseling Academic menjadi bagian dari upaya membangun budaya riset sejak dini.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya mencetak siswa yang mampu menguasai materi pelajaran, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinovasi.

Para Siswa Diajari IoT, AI, dan Robotika

Transformasi digital di sekolah tidak berhenti pada penggunaan komputer atau internet. Para siswa SMA Sains Al Quran Wahid Hasyim dibekali penguasaan teknologi informasi sebagai salah satu kompetensi utama melalui ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi.

Kasek SMA Sains Al Quran, Wakhid Nur Salim menyampaikan, para siswa dibekali Learning Management System (LMS) untuk mengelola proses belajar, pengembangan smart classroom yang menghadirkan pembelajaran lebih interaktif, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung proses belajar mengajar.

Pembelajaran juga diperkuat melalui pengenalan robotika dan Internet of Things (IoT), sehingga siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga belajar merancang dan menciptakan solusi berbasis teknologi.

Seluruh proses tersebut didukung konsep one student one device, setiap siswa mengakses materi, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan digital secara lebih optimal.

Melalui pendekatan ini, sekolah tidak sekadar mengajarkan teori, tetapi membangun budaya inovasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah sebagai bekal menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era kecerdasan buatan.

BACA JUGA :  Seru! Bupati Busyro dan Wabup 'Ngerrab' di Hardiknas

Prestasi Siswa Bertaraf Internasional

Budaya belajar yang dibangun di SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim Yogyakarta telah melahirkan deretan prestasi yang membanggakan. Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim, KH. Jalal Suyuthi, S.H., dalam acara penyambutan santri pada Sabtu, 25 Juli 2026, menegaskan bahwa budaya akademik dan pembinaan karakter yang diterapkan di lingkungan pesantren telah membuahkan hasil nyata.

Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang dipublikasikan sekolah, SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim telah mengoleksi 296 prestasi atau medali. Capaian tersebut menempatkan sekolah ini pada peringkat kedua dari 89 SMA/MA di Kabupaten Sleman, peringkat keenam dari 265 SMA/MA di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta peringkat ke-55 dari 25.469 SMA/MA di Indonesia dalam kategori prestasi siswa. Pemeringkatan ini didasarkan pada akumulasi prestasi dan medali yang diraih peserta didik, sehingga mencerminkan keberhasilan sekolah dalam mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik para santri.

Prestasi tersebut tidak berhenti di tingkat nasional. Pada ajang World Innovation Competition and Exhibition (WICE) 2022 di Selangor, Malaysia, para siswa berhasil meraih Gold Medal, Bronze Medal, IYSA Semi Grand Award, IYSA Special Award, dan SEGi Special Award. Deretan penghargaan ini menunjukkan bahwa para santri mampu bersaing dalam bidang riset, inovasi, dan kreativitas di tingkat internasional, tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai lulusan pesantren.

Keberhasilan itu juga tercermin dari kiprah para alumninya. Pada tahun 2026, sebanyak 38 santri diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan jalur prestasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain itu, sejumlah alumni berhasil melanjutkan studi ke berbagai universitas bergengsi dunia, di antaranya McMaster University, Nanyang Technological University, University of York, University of Toronto, National University of Singapore, University of Sydney, University of Illinois, Australian National University, hingga University of Sussex. Kunjungan resmi University of Sydney ke SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim semakin memperkuat jejaring internasional yang dibangun sekolah untuk membuka peluang studi global bagi para santri.

Bagi KH. Jalal Suyuthi, keberhasilan alumni yang menembus berbagai perguruan tinggi dunia bukan lagi sesuatu yang istimewa, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan sekolah. Hal itu ia ungkapkan dalam sambutannya kepada para santri.

“Kalau ditanya mau ke Singapura, saya jawab: menemui anak. Memang anak-anak saya, lulusan SMA ini, banyak yang melanjutkan sekolah di luar negeri, seperti di Jepang, Singapura, dan Australia,” tutur KH. Jalal Suyuthi.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa budaya berprestasi di SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim tidak hanya menghasilkan capaian akademik selama di bangku sekolah, tetapi juga mengantarkan para lulusannya menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia maupun mancanegara.

Biaya Terjangkau, Kualitas Tetap Terjaga

SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim Yogyakarta menawarkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang relatif terjangkau. Biaya daftar ulang siswa baru sebesar Rp 9,3 juta, sedangkan biaya pendidikan bulanan hanya Rp 880 ribu. Biaya tersebut sudah mencakup SPP sekolah, biaya pondok, makan santri, dan layanan laundry.

Meski biaya pendidikannya terjangkau, sekolah ini tetap memberikan fasilitas asrama yang memadai serta menghadirkan kualitas pendidikan yang unggul. Hal ini tercermin dari ekosistem pembelajaran yang memadukan pendidikan pesantren, penguatan sains, budaya riset, penguasaan bahasa asing, dan pembentukan karakter dalam lingkungan Islamic Boarding School.

Komitmen tersebut telah mengantarkan SMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim menjadi salah satu sekolah berprestasi yang mampu mencetak lulusan berdaya saing nasional dan internasional. Sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan Islam modern dapat berjalan selaras dengan perkembangan sains, teknologi, dan inovasi, tanpa harus membebani orang tua dengan biaya pendidikan yang tinggi. (hambali rasidi)

Tinggalkan Balasan