Menu

Mahasiswa PMM UMM di Desa Bunder Lakukan Penanaman Apotek Hidup

Mahasiswa PMM UMM di Desa Bunder Lakukan Penanaman Apotek Hidup
Mahasiswa PMM UMM di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan sedang melakukan penanaman apotek hidup, Sabtu (15/08/2020). (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Guna meningkatkan imunitas tubuh, mahasiswa yang melaksanakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan melakukan penanaman apotek hidup.

PMM yang diikuti mahasiswa UMM ini semacam kegiatan KKN yang anggotanya maksimal 5 orang. Namun, waktu pengabdiannya ditentukan sendiri dengan batas minimal 30 hari dan maksimal 90 hari.

Kegiatan PMM UMM sudah banyak dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk pengadian oleh mahasiswa kepada masyarakat. Di Madura, salah satunya ada di Kabupaten Sampang dan Pamekasan pada bulan Juli lalu.

Mahasiswa UMM yang melaksanakan PMM di Pamekasan kali ini adalah Kelompok 71 Periode 5. Kelompok yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu sejak tanggal 10 Agustus 2020 tersebut dibimbing oleh Septi Nur Wulan Mulatmi, S.Pt., M.Sc.

Baca Juga: Lawan Covid-19, Kelompok 25 PMM UMM Ajarkan Warga Dusun Tegal Sari Menghadapi Era New Normal

Hari ini, Sabtu (15/08/2020) mahasiswa UMM Kelompok 71 di Pamekasan yang tergabung dalam kegiatan PMM melakukan penanaman tanaman apotek hidup. Penanaman menggunakan pot dan polybag yang nantinya akan diletakkan di Balai Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.

Koordinator PMM UMM Kelompok 71 di Pamekasan, Emilda Nur Agustin menjelaskan, ada beberapa macam tanaman yang dibudidayakan. Seperti jahe, sirih, kencur, lengkuas, temu kunci, binahong dan tanaman herbal lainnya.

“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat di Desa Bunder dapat memanfaatkan apotek hidup sebagai ramuan untuk meningkatkan imunitas tubuh di era new normal melalui obat tradisional,” kata Emilda dalam rilis yang diterima Mata Madura, Sabtu (15/08/2020) sore.

Di samping itu, penanaman apotek hidup tersebut dilakukan guna menghemat pengeluaran untuk masakan bumbu dapur. Sehingga, membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Melalui apotek hidup diharapkan juga masyarakat akan sadar untuk melestarikan tanaman tersebut di pekarangan rumah masing-masing,” imbuh Emilda.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan

Hukum & Kriminal

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: