Menu

Lawan Covid-19, Kelompok 25 PMM UMM Ajarkan Warga Dusun Tegal Sari Menghadapi Era New Normal

Lawan Covid-19, Kelompok 25 PMM UMM Ajarkan Warga Dusun Tegal Sari Menghadapi Era New Normal
Mahasiswa UMM yang melaksanakan PMM di Pamekasan saat Sosialisasi Pencegahan Covid-19 pada warga Dusun Tegal Sari, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu. (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Kelompok 25 program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajarkan warga Dusun Tegal Sari, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan menghadapi Era New Normal.

Pasalnya, kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 mulai menurun, kendati kasus positif masih terus meningkat pesat. Masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan tata kehidupan baru ini.

Salah satu mahasiswa PMM UMM di Pamekasan, Septi Alviana Purnama Sari mengatakan, tingginya angka Covid-19 dan kurangnya kewaspadaan masyarakat lokal membuat mahasiswa tergugah untuk terjun ke rumah warga demi mengajarkan kiat menghadapi era New Normal.

“Kami juga ingin orang tua dapat mendampingi anaknya selama pembelajaran online. Karena itu muncullah inisiatif untuk melakukan tutorial pembelajaran online agar kegiatan belajar anak selama pandemi tetap kondusif,” jelas Septi, Jumat (31/07/2020).

Mereka menggelar kegiatan “Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dan Pemanduan Sistem Pembelajaran Online” yang berlangsung selama 20 hari sejak tanggal 8 sampai 27 Juli 2020 kemarin.

Teknik sosialisasi yang dipilih adalah mendatangi masyarakat Dusun Tegal Sari dari rumah ke rumah. Cara ini mereka pilih karena belum bisa mengumpulkan massa dengan jumlah banyak pada masa pandemi, sehingga dinilai lebih efektif untuk mengedukasi masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan ini disambut baik oleh warga Dusun Tegal Sari. Masyarakat juga aktif bertanya pada saat sosialisasi berlangsung,” ungkap Septi.

Mahasiswa PMM UMM menggunakan media poster tentang “Menjaga Diri dan Keluarga dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Berikut poin-poin Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat:
1. Makan dengan gizi yang seimbang
2. Rajin olahraga dan istirahat cukup
3. Jaga kebersihan lingkungan
4. Tidak merokok
5. Cuci tangan pakai sabun
6. Gunakan masker bila batuk dan pilek
7. Minum air mineral 8 gelas/hari
8. Makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan
9. Bila demam dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan
10. Jangan lupa berdoa

Adapun sistem pembelajaran online adalah salah satu cara yang dipilih oleh Pemerintah dalam menghadapi era New Normal.

Dengan diberlakukannya sistem ini, diharapkan siswa dapat melangsungkan pendidikan tanpa takut akan tertular dengan Covid-19. Sebab, sekolah merupakan tempat yang berisiko tinggi penularan Covid-19 terutama kepada anak-anak.

“Sayangnya, beberapa orang tua dan siswa masih merasa asing dengan penggunaan aplikasi pendukung pembelajaran online,” ujar Septi pada Mata Madura.

Karena itu, mahasiswa PMM UMM di Pamekasan menjelaskan cara menggunakan media pembelajaran online seperti Zoom dan Google Meet kepada orangtua dan siswa, baik melalui laptop atau smartphone.

“Dengan panduan ini, diharapkan para orang tua dan siswa tak lagi kesulitan menjalani sekolah selama masa pandemi,” pungkas mahasiswa PMM UMM itu.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: