Menu

Pilkada 2 Paslon, Siapa Menang?

Pilkada 2 Paslon, Siapa Menang?
Pilkada Sumenep 2020 diprediksi diikuti 2 Pasangan Calon (Paslon). (matamadura)
Link Banner

Catatan: Hambali Rasidi

Meski belum dibuka pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) di KPU Sumenep. Tanda-tanda 2 Paslon untuk ikut kontestasi di Pilkada Sumenep 2020 mulai terlihat.

Itu setelah 5 Parpol peraih kursi di DPRD Sumenep dan 1 Parpol non parlemen menetapkan dukungan ke Paslon Fattah Jasin-Kiai Ali Fikri Warits.

Sisa Parpol peraih kursi menjatuhkan pilihan ke Paslon Fauzi-Nyai Dewi Khalifah.

Entah siapa yang jadi sutradara. Kok hanya diikuti 2 kontestan di Pilkada Sumenep 2020.

Padahal, peluang diikuti 3 kontestan berpeluang besar.

Seandainya 3 Paslon ikut kontestasi di Pilkada Sumenep. Suara bisa “memecah diri”.

Ada suara yang menyatu ke salah satu Paslon.

Sisanya berebut. Pemenangnya bisa langsung ditebak.

Bagaimana dengan 2 Paslon? Siapa pemenangnya?

Entahlah.

Waktu masih tinggal  4 bulan 9 hari. Masing-masing Paslon sama-sama berpotensi menang.

Itu diakui oleh masing-masing timses Paslon. Sama-sama mengklaim menang.

Tapi, saya punya data menarik. Jumlah DPT Pilkada 2015 lebih sedikit di DPT Pileg 2019.

DPT Pilkada 2015 sebanyak 903.164 pemilih.

DPT Pileg 2019 sebanyak 854.158 pemilih.

Lho kok banyak berkurang jumlah pemilihnya? Sekitar 49 ribu pemilih hilang.

Padahal, kurun waktu 4 tahun bisa menambah pemilih.

Entahlah.

Bisa jadi…bisa jadi, kalau saya ulas di sini.

Setidaknya, saya bisa mengingat hasil rekapitulasi penghitungan suara di 27 kecamatan saat Pilkada 2015.

Pasangan nomor urut satu, Busyro-Fauzi meraih 301.887 suara atau 50,85 persen.

Pasangan nomor urut dua, Zaenal-Eva (ZaeVa) meraih 219.779 suara atau 49,15 persen.

Total suara sah, 593.666 suara.

Busyro-Fauzi menang di 16 kecamatan. ZaeVa menang di 11 kecamatan.

Busyro-Fauzi menang 10.108 suara alias 1,70 persen.

Kemenangan Busyro-Fauzi begitu tipis. Kiai Busro dengan pemilih loyalis PKB-NU. Ditambah pemilih Fauzi (MH Said Abdullah) dan relawan lainnya.

Kemenangan Busyro-Fauzi diprediksi melenggang jika diikuti lebih 2 Paslon.

Itu seperti di Pilkada Sumenep 2010.

Saat itu, peserta Pilkada 2010 diikuti 8 Paslon. Berlangsung 2 putaran, Paslon Busyro-Soengkono tetap unggul setiap putaran.

Meski dengan kemenangan tipis. Di angka 5 ribu di putara pertama. Unggul 10 ribu suara di putaran kedua.

Bagaimana di Pilkada 2020?

Nyai Eva dengan pemilih loyalisnya. Ditambah Fauzi dengan buldozer MH Said Abdullah dan relawannya.

Bagaimana dengan Paslon Fattah Jasin dan Kiai Ali Fikri Warits?

Setidaknya, 5 Parpol yang memiliki kursi di DPRD Sumenep dan 6 bayangan vote getter yang mengitari Fattah Jasin-Kiai Ali Fikri Warits bisa menjadi kalkulasi.

Fakta di lapangan, entahlah…..

Partai partai besar di Sumenep kini bersatu mengusung Fattah Jasin-Kiai Fikri Warits. Apabila berbanding lurus dengan suara di parlemen, dipastikan Fauzi-Eva bakal kalah.

Harapan Fauzi-Eva bagaimana bisa memecah suara pengusung Fattah Jasin-Kiai Fikri.

Kalau tak mampu memecah soliditas suara Fattah Jasin-Kiai Fikri, sudah pasti Paslon Fattah Jasin-Kiai Fikri akan unggul.

Atau tim Fauzi-Eva membelokkan suara di detik-detik jelang penghitungan suara.

Tapi mampukah?

Entahlah…..

Pesona Satelit, 30 Juli 2020

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: