Prof Bambang Kuswandi, Kelahiran Sumenep Termasuk Ilmuwan Top Dunia

matamaduranews.com-SURABAYAProf Bambang Kuswandi, ilmuwan top dunia kelahiran Sumenep, Madura. Kini ia menjabat Wakil Rektor III Universitas Jember.

Dalam rilis Stanford University dan Elsevier Report, Profesor Bambang berhasil masuk dalam Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2020-2021 yang dipublikasikan lewat jurnal ilmiah berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Profesor Bambang termasuk peringkat ketiga dalam daftar 58 ilmuwan asal Indonesia bersama 159.648 ilmuwan dari berbagai negara yang dianggap berpengaruh di dunia versi Stanford University Amerika Serikat.

Bambang adalah guru besar dan peneliti asal Fakultas Farmasi Unej yang berfokus pada pengembangan sistem sensor kimia dan biologi untuk obat, pangan dan kesehatan.

Bambang bersyukur menerima penghargaan itu. “Tentu saja penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk lebih giat meneliti, dan bersyukur jika ternyata hasil penelitian saya dijadikan rujukan oleh peneliti lain,” terang Bambang dalam siaran pers Humas Unej, Jumat (29/10/2021).

Semakin banyak peneliti yang merujuk kepada penelitian ilmuwan itu, kata Bambang, penelitian tersebut dinilai memberikan dampak luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA :  Siapa Wakil Khofifah di Pilgub Jatim 2024?

Bambang sudah menerbitkan 70 karya tulis ilmiah hasil penelitiannya mengenai sensor kimia dan biologi di berbagai jurnal ilmiah internasional.

Penelitian tentang sensor kimia dan biologi sudah diawali Bambang sejak menempuh kuliah pascasarjana di University of Manchester Institute of Science and Technology (UMIST) di Inggris pada 1997.

Prof Bambang memilih fokus pada sensor kimia dan biologi karena aplikasinya dibutuhkan oleh masyarakat luas, sementara untuk pengembangannya tidak selalu memerlukan standar laboratorium yang canggih.

Salah satu contoh sensor kimia yang dkembangkan antara lain sensor untuk mengetahui kesegaran ikan atau produk berbasis ikan seperti fillet ikan, sehingga dengan sensor itu maka konsumen bisa mengetahui dengan gampang apakah produk yang dibelinya masih segar atau sudah tidak layak konsumsi.

Sekedar diketahui, Stanford University secara berkala menggelar pemeringkatan ilmuwan yang dinilai memiliki pengaruh di dunia melalui publikasi ilmiah bertajuk Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standarized Citation Indicators.

Pemeringkatan dibuat berdasarkan jumlah sitasi publikasi atas karya tulis ilmiah yang sudah dipublikasikan di jurnal bereputasi tingkat dunia. (**)

Komentar