Kebakaran yang menghanguskan puluhan sepeda motor warga di Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, kembali membuka persoalan keterbatasan fasilitas kedaruratan di wilayah kepulauan Sumenep.
Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dul Siam, meminta pemerintah daerah tidak hanya melihat peristiwa tersebut sebagai musibah, tetapi sebagai evaluasi atas kesiapan layanan darurat di kepulauan.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat fasilitas seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga ambulans laut. Keterbatasan sarana, kata dia, dapat memperbesar kerugian ketika bencana terjadi.
“Efisiensi bukan alasan untuk mengabaikan fasilitas kedaruratan. Tinggal kemauan pemegang kebijakan. Kalau memang peduli, anggaran kegiatan yang tidak mendesak bisa digeser,” tegas Dul Siam, Jumat (21/8/2026).
Ia menyebut persoalan serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah kepulauan. Kondisi geografis, akses jalan yang terbatas, serta minimnya fasilitas penanganan kebakaran membuat masyarakat menjadi pihak yang paling rentan.
Dul Siam berharap kejadian di Tembayangan menjadi momentum bagi Pemkab Sumenep untuk mengevaluasi distribusi fasilitas kedaruratan agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Jangan menunggu korban dan kerugian semakin besar baru fasilitas dipenuhi,” pungkasnya. (bah)












