Menu

Batik on The Sea, Buktikan Visit Bukan Sekadar Wacana

  Dibaca : 384 kali
Batik on The Sea, Buktikan Visit Bukan Sekadar Wacana
STANDING APPLAUSE: Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim berikan tepuk tangan sambil berdiri saat Lelang Batik motif Tera' Bulan laku Rp 7,5 juta di event Batik on The Sea. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

MataMaduraNews.comSUMENEP-Pagelaran Batik on The Sea di wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memiliki satu target penting.

Melalui event tersebut, ternyata Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menunjukkan keseriusan program Visit 2018.

Bupati KH A. Busyro Karim menyebut Batik on The Sea baru pertama kali digelar di Indonesia. Dan hebatnya, acara tersebut terselenggara tanpa membebani APBD.

“Untuk itu, saya atas nama Pemkab Sumenep menyampaikan terima kasih kepada panitia, OPD, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), serta semua pihak yang turut menyukseskan acara ini,” ujar Bupati, Minggu (25/02/2018).

BACA JUGA: Batik on The Sea Effect, Omzet Penjual di Lombang Naik Berlipat-lipat

Fashion Show di event Batik on The Sea. (Foto for Mata Madura)

Dijelaskan, Festival Batik di Sumenep sudah diselenggarakan sebanyak dua kali sejak 09 Desember 2017 lalu. Yaitu Sumenep Batik Festival 2017, dan kini Batik on The Sea di Pantai Lombang, salah satu wisata andalan Kabupaten Sumenep.

Sebanyak 45 lima pembatik terlihat mengukir gemulai di atas helaian kain mori. Juga puluhan stan memamerkan beragam macam batik khas Sumenep.

Sebagai rangakaian event Visit Sumenep 2018, Batik on The Sea disebut Bupati Busyro Karim memiliki sejumlah makna penting.

Pertama, menunjukkan keseriusan Pemkab Sumenep dalam menyukseskan program Visit 2018. Bahwa, Visit Sumenep bukan sekadar wacana belaka.

“Tetapi merupakan program serius yang akan digarap pemerintah daerah sekaligus menunjukkan Sumenep punya inovasi yang unik dan atraksi wisata yang tak kalah menarik dengan daerah lain,” ujar Bupati.

BACA JUGA:

Kedua, event Batik on The Sea ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa Sumenep adalah kabupaten kepulauan dengan luas lautan 50 ribu kilometer persegi dan 126 pulau. Ada banyak potensi bahari yang luar biasa, baik wisata maupun alam yang melimpah di kabupaten ujung timur Nusa Garam ini.

Ketiga, festival seperti ini dipercaya suami Nurfitriana itu akan menjadi motivasi bagi perajin dan pedagang batik. Sebab peluang pasar batik semakin besar, karena permintaan beberapa waktu ini naik setelah menjadi baju resmi Nasional.

“Semakin banyaknya festival maupun batik di Madura, akan melestarikan tradisi membatik di kalangan anak muda,” katanya tentang makna penting yang terakhir.

Mantan Ketua DPRD Sumenep itu yakin, semua yang dipaparkannya bisa diwujudkan apabila didukung dengan partisipasi semua pihak. Sehingga, pihaknya berharap dukungan tersebut ada dalam menyukseskan program Visit Sumenep 2018.

“Kita harus optimis bahwa program ini (Visit, red) akan sukses dan akan mendorong kesejahteraan masyarakat Sumenep,” tandasnya.

BACA JUGA:

Batik Tera’ Bulan yang laku Rp 7,5 juta saat dilelang di event Batik on The Sea. (Foto for Mata Madura)

Usai sambutan sekaligus pembukaan oleh Bupati Busyro Karim, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah Maestro Batik Sumenep dan lelang Batik motif Tera’ Bulan yang tembus harga Rp 7,5 juta.

Kemudian, acara fashion show berlangsung hingga berakhir dengan penyerahan hadiah.

Sejak dimulai sekira pukul 08.00 WIB pagi, event Batik on The Sea diwarnai dengan aksi selfie banyak pengunjung dan siaran langsung via Instagram istri Bupati Busyro, Nurfitriana.

Ratusan siswa juga tampak membanjiri event spektakuler itu. Bahkan, fenomena efek domino Batik on The Sea mampu melipatgandakan omzet para pedagang di sekitar lokasi wisata hingga acara berakhir pukul 12.00 WIB siang.

Selain Bupati berserta Ketua TP PKK Nurfitriana, terlihat hadir Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma beserta anggota Forkopimda, dan Plt Sekda Sumenep R. Idris bersama para asisten Sekda.

Spesial, para Bupati dan Walikota se-Jawa Timur dan Direktur Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) beserta rombongan.

Hadir pula, pimpinan OPD, pimpinan Perbankan Daerah, Dewan Juri, pihak sponsor, serta insan pers.

Rusydiyono, Mata Madura

Link Banner
Bagikan di sini!
KOMENTAR

3 Komentar

Link Banner
Link Banner

Jejak Ulama

Kategori Pilihan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional