Berita Utama

Festival Wisata Gencar, Infrastruktur Tertinggal: Ahmad Juhairi Minta Sumenep Berbenah

×

Festival Wisata Gencar, Infrastruktur Tertinggal: Ahmad Juhairi Minta Sumenep Berbenah

Sebarkan artikel ini

Jangan terlalu sibuk menjual pariwisata jika jalan menuju destinasi masih rusak, pelabuhan belum layak, listrik belum merata, dan transportasi antarpulau belum memadai. Kritik tajam itu disampaikan Ahmad Juhairi, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi NasDem, menyikapi gencarnya Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar berbagai festival untuk mendongkrak sektor pariwisata.

Menurut Juhairi, promosi wisata melalui festival tidak akan banyak berarti apabila tidak dibarengi pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi penopang utama pariwisata.

“Kalau pemerintah Kabupaten Sumenep benar-benar serius mengembangkan sektor wisata, maka harus benar-benar serius juga memenuhi ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pengembangan sektor wisata tersebut,” tegas Juhairi.

Ia mengingatkan, pariwisata bukan sekadar soal festival, panggung pertunjukan dan promosi destinasi. Ada infrastruktur dasar yang harus dipastikan terlebih dahulu agar wisatawan bisa datang dengan mudah, nyaman dan aman.

Infrastruktur wisata, kata dia, mencakup berbagai fasilitas fisik, sistem dan utilitas dasar yang mendukung kelancaran kegiatan pariwisata. Mulai dari jalan, pelabuhan, listrik, transportasi laut, fasilitas kesehatan hingga pengelolaan limbah.

“Jangan bicara soal pengembangan sektor wisata jika infrastruktur jalan, pelabuhan, ketersediaan listrik, transportasi laut, fasilitas kesehatan dan pengelolaan limbah di kabupaten kita ini belum memadai,” ujarnya.

Juhairi bahkan menyebut promosi wisata melalui festival berisiko menjadi pemborosan anggaran jika persoalan mendasar tersebut tidak segera diselesaikan.

Menurutnya, wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik. Mereka juga membutuhkan akses yang layak untuk mencapai destinasi tersebut.

“Promosi sektor wisata melalui berbagai kegiatan festival itu hanya akan menghabiskan anggaran secara sia-sia jika masih banyak infrastruktur jalan dan pelabuhan-pelabuhan di wilayah kabupaten ini yang kondisinya rusak dan tidak layak,” katanya.

BACA JUGA :  Pengasuh Ponpes Darul Ulum Banyuanyar Berharap Alumni Gunakan Teknologi untuk Hal Positif

Persoalan pemerataan infrastruktur dasar, lanjut Juhairi, bahkan masih terlihat dari sektor kelistrikan. Ia menyoroti masih adanya wilayah di Kabupaten Sumenep yang belum terbangun fasilitas listrik negara, salah satunya Pulau Masalembu.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Promosi harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dasar.

Karena itu, Juhairi meminta Pemkab Sumenep lebih cermat menentukan prioritas penggunaan anggaran. Program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur publik, kata dia, harus menjadi perhatian utama.

“Kalau infrastruktur dasar sudah terpenuhi secara memadai dan merata, maka dengan sendirinya sektor wisata akan bangkit,” tandasnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan baru kali ini disampaikan. Dalam setiap penyampaian pandangan fraksi pada rapat paripurna DPRD yang berkaitan dengan perumusan dan pemanfaatan APBD, Fraksi NasDem, kata Juhairi, selalu mengingatkan pentingnya keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi Juhairi, pariwisata tidak cukup hanya dipromosikan. Pariwisata harus diberi jalan untuk tumbuh.

Festival bisa mendatangkan perhatian. Tetapi jalan yang layak, pelabuhan yang aman, listrik yang tersedia, transportasi yang pasti, layanan kesehatan dan lingkungan yang bersih yang akan membuat wisatawan mau datang kembali.

Jangan sampai Sumenep sibuk menjual destinasi, sementara jalan menuju destinasi justru membuat wisatawan kapok. (bahri)

Tinggalkan Balasan