Habib Rizieq; Lanskap Politik Indonesia

Penulis: Ady Amar
Prolog: Refly Harun
Penerbit: Ikon Teralitera (2022)
Jumlah Halaman: 215 halaman
Peresensi: Dhimam Abror Djuraid

matamaduranews.com-Revolusi besar di dunia diawali oleh kemunculan gagasan. Gerakan rakyat yang besar berawal dari kemunculan ide.

Ide dan gagasan mengubah dunia melalui gerakan massa. Gerakan massa yang hanya sekadar masif tanpa didasari sebuah gagasan akan menjadi gerakan anarkis.

Habib Rizieq Shihab (HRS) adalah satu di antara pemimpin gerakan sosial di Indonesia yang hadir dengan membawa gagasan.

Dia bukan sekadar ulama, tapi juga intelektual dan pemimpin gerakan sosial yang tangguh. Kualitas kepemimpinan seperti itulah yang akan membawa kekuatan untuk menuju perubahan.

10 November 2020 akan menjadi catatan sejarah dalam lanskap politik Indonesia. HRS seorang disiden politik yang menjalani eksil tiga setengah tahun di Arab Saudi, akhirnya kembali ke Indonesia.

Kepulangannya ditunggu banyak pengikutnya dengan harapan dan kegembiraan. Sebaliknya, musuh-musuh politik mengantisipasi kepulangan HRS dengan kecemasan.

Kepulangan HRS menandai sebuah episode baru dalam perjalanan dakwahnya yang panjang dan penuh gejolak.

Episode baru itu sambung-menyambung menjadi satu, antara satu intrik dengan lainnya, tuduhan pidana yang dibuat-buat, pembunuhan terhadap para pengawalnya, sampai kemudian HRS dimasukkan ke penjara secara paksa.

BACA JUGA :  Batu Sandungan PPP di Pilkada Pamekasan 2018

Dari sisi garis waktu, episode itu pendek, merentang hanya dua tahun sejak 2020 sampai 2022.

Tetapi, rentang waktu yang singkat itu menjadi salah satu episode paling krusial dalam perlawanan HRS melawan rezim kekuasaan yang dianggapnya banyak melakukan kezaliman politik.

Episode penuh warna dan gejolak itu direkam dengan baik oleh Ady Amar dalam buku ini.

Ady Amar, seorang kolumnis yang tekun, mencatat berbagai peristiwa penting dalam rentang waktu dua tahun itu dan merangkumnya menjadi sebuah konstruksi peristiwa yang utuh dan saling berkaitan.

Ady Amar menyebut periode dua tahun itu sebagai ‘’Episode Gapai Keadilan Habib Rizieq Shihab’’ seperti yang tergambar pada subjudul buku.

Buku ini berjudul lengkap ‘’Tuhan Tidak Diam: Episode Gapai Keadilan Habib Rizieq Shihab’’.

Ady Amar selalu cermat dalam memilih diksi dan teliti dalam membuat narasi. Pemilihan narasi ‘’Tuhan Tidak Diam’’ sebagai judul utama menyiratkan makna kepasrahan dalam tawakal, tetapi juga ada harapan akan hadirnya campur tangan Tuhan.

Komentar