Kisah “Penjual Dawet” Kanjuruhan Malang

Jimmy Marta

Besok atau lusa tuan Infantino berkunjung ke Indonesia. Atas undangan pak Jokowi. Kedua presiden akan membicarakan perbaikan tata kelola sepakbola di negeri kita. Menyambung cerita kemaren, kita gk dibocorin abah jurus ajaib apa yg dipakai pemerintah kita, hingga bisa membuat penguasa bola dunia malah bersimpati. Apakah ada yg cari momen HUT anaknya. Atau diajak pakai stik golf. Itu tak mungkin. Ya sudahlah. Kita ikut senang sajalah. Jika dulu2 PSSI sering berlindung di balik statuta untuk pemerintah jangan intervensi. Sekarang Menpora gk mau campur terhadap tuntutan mundur ke sang ketum. Topik pembicaraan pak Pres Jokowi dg tuan Pres Infantino pastilah tentang persepakbolaan Indonesia. Namun spt nya ketua sepakbolanya malah gk diajak. Ini aneh bukan ajaib. Mungkin sang ketum disuruh selesaikan urusan kanjuruhan. Soal sepakbola yg ngurus biar presiden saja.

EVMF

ini out of topic, tetapi masih ada kaitannya dengan tragedi Kanjuruhan. Tadi siang ada artikel di bagian NEWS – DISWAY.ID dengan judul : “Penjelasan Pakar Kimia Soal Gas Air Mata Kedaluarsa Tidak Berbahaya” Padahal kalau mengacu pada “The Resource Conservation and Recovery Act” gas air mata kedaluarsa lebih berbahaya. Outdated pyrotechnic items which include tear gas, are considered hazardous waste as per “The Resource Conservation and Recovery Act” of 1976. Juga International Journal Report menyampaikan : Some experts contend that expired tear gas may lead to more dangerous health effects than its non-expired counterpart – for people heavily exposed to it, an international journal report. Gas air mata kedaluarsa akan ber-efek buruk untuk jangka panjang pada fungsi paru-paru, jantung dan hati.

BACA JUGA :  Protes Menag Fachrul Razi, Politisi PKB: Menag Jangan Urus Gaya Busana

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Komentar