Kisah “Penjual Dawet” Kanjuruhan Malang

Ayah Nawi seorang anggota Polri. Sudah meninggal.

Malam kejadian itu, Nawi tidak mengizinkan Eka ikut ke stadion. Tanpa alasan. “Biasanya saya ikut. Boncengan naik sepeda motor,” ujar Eka.

Hari itu Nawi berangkat ke Stadion Kanjuruhan bersama rombongan suporter dari Tegal, Jateng. “Mereka datang sehari sebelumnya. Tidur di rumah saya ini,” ujar Eka.

Berarti Eka nonton bola di TV?

“Tidak,” katanyi.

Mengapa tidak menonton?

“Malas. Katanya Arema kalah,” jawab Eka.

Menjelang pukul 00.00 Eka menelepon teman suaminyi yang ada di stadion. “Sam Nawi baik-baik saja. Ini ada di samping saya. Mau bicara?” jawab yang ditelepon. “Tidak. Ganggu ia saja. Ya sudah kalau baik-baik saja,” ujar Eka.

Tak lama kemudian ada orang datang ke rumahnyi: memberitahukan Nawi meninggal. Jenazahnya di rumah sakit. Eka langsung menuju rumah sakit di Kepanjen. Perjalanan lebih 30 km.

Komentar