Ziarah Asta Gunung Kawi

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 9 Desember 2022: Tunggu Ahli

M.Zainal Arifin
KORBAN. Berasal dari bahasa Arab. Qurbaan. Satu akar kata dg karib, akrab, dekat. Qoroba, yaqrobu. Menyerahkan sesuatu untuk mendekatkan diri pd Tuhan, dg sengaja atau tidak. Hewan kurban: kambing, sapi di ‘Iidu lAdhcha. Semoga yg berkorban nyawa, rumah, dll bisa mendekatkan diri pd Tuhan, dibalas dg sorga bagi yg wafat, dibalas dg rizqi yg banyak bagi berkorban harta benda. Kebetulan kami sekeluarga pernah mampir juga di Asstro, Assep Stroberi Lembang. Anak saya yg milih rumah makan terdekat. Milih duduk yg dekat halaman taman nyaman. Pulang dari Bandung ta’ziyah adik yg wafat karena kopid, setelah operasi tumor otak. Adik saya yg dosen matematika ITB, Dr nya bidang ekonomi. Perut saya masih mual, selera makan masih rendah, saat itu, effek samping obat batuk. Semoga kita semua selalu baik2 saja, berbarokah.

Leong putu
@yea .. Kalau menurut komentator “vokal” tsb. Jangankan cerita makan di tempat yang waaah, menceritakan kunjungan ke orang yang terkena musibah, apalagi mengeksposnya di media. Itu riya’ kelas paraaah banget… Hehehe

musa st
Abah ngece.. Di Indonesia Mahasiswa akhir itu tahu teori perhitungan dan perencanaan struktur. Tapi untuk menilai bangunan layak atau tidak layak masih jauh. Bahkan Dosen pembimbingnya juga belum tentu tahu dan pengalaman tentang layak/tidak bangunan bekas gempa. Harus ada tim yang berisi akademisi dan praktisi yang berpengalaman. Karena menyangkut resiko tinggi Bah…

BACA JUGA :  Kisah Keramat Wali Tiada Duanya Ini, Hanya Ada di Sumenep (2)

Pakdhe joyo Kertomas
Kali ini reportase abah bergaya sastrawi. Kalo tdk bisa mendekati prosa liris. Auranya sedih. Mungkin beliau melihat sudah berhari2 di tenda pengungsian tapi belum ada aksi nyata. Mereka mau diapakan. Belom ada progres aksi yg nyata. Nampak semua menunggu..Apa.yg ditunggu? Semua juga bingung. Yg nulis juga bingung. Maka abah menyindir kalo semua sibuk ahli bangunan sibuk. Baik dari bumn, Perguruan tinggi, atau swasta LSM. Datangkan saja mahasiswa akhir teknik sipil. Segera aksi. Layak atau tidak. Benar akhir tahun ini semua pada sibuk. Sibuk mikirin mau pake baju apa buat jagong alias kondanga. Biasa akhir tahun banyak undangan. Termasuk mega undangan utk acara megah. Maka abah terusik saat melihat warga terlelap di tenda2 terpal. Disisi lain beritanya heboh karena bakal ada acara 1001 malam. Ah peduli amat. Toh bencana di negri ini sesuatu yg rutin. Dan sudah ada team yg menangani. Minimal LSM. Dhog…dhog…dhog….aeng… aeng… Suk bakal nemoni jaman edan. Sing ora edan ora keduman. ……………….,sabar rakyatku. Tetaplah hidup sederhana. Kalo ada pesta 1001 malam Lihatlah…jadikan sebagai bunga2 Saat kau tidur rakyatku. Biar dingin dan sepi terasa hangat dan gembira.

Komentar