SMKN Tlanakan Pamekasan Jadi Penghasil SDM dan Pengusaha Perikanan

Dalam usia yang masih muda, SMKN Tlanakan sudah bisa menunjukkan kiprahnya di bidang kelautan. Satu-satunya di Pamekasan.

 

SERIUS: Siswi SMKN Tlanakan, Pamekasan sedang praktik produksi pengolahan ikan beberapa waktu lalu. (Foto Syaffak for Mata Madura)
SERIUS: Siswi SMKN Tlanakan, Pamekasan sedang praktik produksi pengolahan ikan beberapa waktu lalu. (Foto Syaffak for Mata Madura)

MataMaduraNews.comPAMEKASAN – Sebagai satu-satunya sekolah yang berbasis kelautan di Pamekasan, SMK Negeri Tlanakan terus berbenah. Selain dikenal menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) bidang perikanan dan kelautan, sekolah itu terbukti banyak menghasilkan pengusaha muda berbasis perikanan dan kelautan.

”SMK Negeri Tlanakan didirikan tahun 2011. Pendiriannya dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan penyedia SDM kelautan. Alhamdulillah, berkat dukungan tokoh masyarakat dan juga anggota DPRD, sekolah ini resmi berdiri tahun 2011,” jelas Kepala SMKN Tlanakan Mohammad Syaffak, kepada Mata Madura.

Menurut alumni IKP Malang 1993 itu, SMKN Tlanakan dibuka dengan tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Pengolahan Hasil Perikanan, Teknik Komputer dan Jaringan, dan Otomotif Sepeda Motor. Namun dari tiga jurusan tersebut, manajemen sekolah lebih fokus pada Teknik Pengolahan Hasil Perikanan sejak tahun 2015 sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Selanjutnya, alumni SMEA Negeri Pamekasan itu optimis, SMKN Tlanakan akan terus berkembang. Saat ini saja, SMK tersebut sudah memiliki murid sekitar 300 lebih per angkatannya. ”Yang menjadi menarik dari sekolah ini adalah lulusannya. Alhamdulillah, sekolah ini selain menghasilkan SDM Teknik Pengolahan Hasil Perikanan, juga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha  hasil perikanan,” tandas pria berusia 53 tahun tersebut, Senin, 05 Juni 2017 lalu.

Mohammad Syaffak, Kepala SMKN Tlanakan Pamekasan.
Mohammad Syaffak, Kepala SMKN Tlanakan Pamekasan.

Lebih jauh, Syaffak-panggilannya, menjelaskan, berbagai produk hasil perikanan juga telah dihasilkan oleh siswa-siswa SMKN Tlanakan. Ada Aneka Kerupuk Ikan, Bakso Ikan, Nugget Ikan, Abon Lamuru, bahkan juga Es Krim Rumput Laut. Karena itu, untuk memotivasi siswa dan mengasah keterampilan, sekolah itu telah melengkapi dengan berbagai peralatan pengolahan hasil perikanan yang modern, baik sekala industri maupun rumah tangga. Selain didukung dengan peralatan yang memadai, tentu saja juga didukung oleh guru-guru yang profesional di bidangnya. Sehingga, tak heran bila Syaffak berkeyakinan, lulusan SMKN Tlanakan sudah siap pakai, baik sebagai karyawan maupun untuk membuka usaha sendiri.

Salah satu keunggulan pelajaran di SMKN Tlanakan adalah konsep zero waste. Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Branta, Tlanakan, Pamekasan itu, menurut Syaffak, mengajarkan tidak ada limbah yang percuma dalam pengolahan hasil perikanan. Semua yang ada pada ikan diolah menjadi hal yang bermanfaat. Kulitnya, dagingnya, tulangnya, air rebusannya, tidak ada yang dibuang. Karena itulah, SMK tersebut sangat strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Meski ternyata, Syaffak sendiri masih tetap merasa ada yang yang kurang. ”Jujur, saya merasa ada yang kurang dengan kemajuan sekolah ini. Yaitu belum membuka jurusan yang secara khusus mengolah garam,” terangnya.

Pria energik itu rupanya sangat terobsesi agar SMKN Tlanakan bisa membuka jurusan yang secara khusus mengolah garam. Hal itu, kata dia, mengingat garam merupakan salah satu produk unggulan di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan. Ke depan, ia berharap garam tidak lagi ditangani oleh petani garam tradisional, melainkan oleh tenaga terdididk yang profesional. Untuk itu, ia sangat berharap dukungan berbagai pihak agar cita-cita tersebut bisa segera diwujudkan.

| johar/rafiqi

Tinggalkan Balasan