8 Hari Nikah, Dicerai Gegara Sepele. Si Wanita Curhat…

****
Wanita yang berasal dari Bandung, Jawa Barat ini kemudian melanjutkan mengunggah kisahnya lewat Thread Twitter @EkaRufaedah.

Dalam unggahannya itu Eka mengaku tak pernah membayangkan jika pernikahannya hanya berjalan sangat singkat.

“Bismillah, aku pernah membaca sebuah kisah seorang wanita yang menikah hanya 12 hari, dan aku pun pernah menonton sebuah film berjudul wedding agreement. Dua kisah yang menceritakan tentang pernikahan. Tidak pernah terbayang jika aku akan mengalaminya,” tulis akun Twitter @EkaRufaedah.

Eka bercerita: selama 8 hari tinggal bersama mantan suaminya. Permintaan mantan suaminya macam-macam.

Suasana rumah harus serba steril.  Rumahnya tak boleh berantakan. Segera dibereskan.

Suatu ketika di hari Sabtu 12 Maret 2022. Eka melanjutkan kisahnya: saat mantan suaminya dirawat di sebuah klinik di dekat rumahnya karena COVID-19. Eka tetap menemaninya di rawat di klinik itu.

Pada hari sabtu 12 Maret. Si mantan suaminya minta Eka untuk mempersiapkan makanan dan merendam sendok yang akan digunakan memakai air panas.

Eka rapikan meja agar nyaman saat dia gunakan. “Tanpa sengaja, pakaian ku mengenai nasi yang akan dia makan.”

“Seketika itu dia marah, dia bilang nasinya udah gak bisa dimakan.
Aku yang sudah kelelahan, ditambah kurang tidur sejak awal satu rumah dengannya, mendengar dia marah hanya karena nasi yang kena pakaian, maka aku pun ngambek,” cerita Eka.

“Ku diamkan dia.”

Mantan suami Eka tak terima. Malah membentak dan memaksa Eka untuk meminta maaf.

Eka melanjutkan kisahnya, pada Minggu 13 Maret 2022, Eka mencuci beras. Namun cara mencuci beras dinilai tidak sesuai oleh si mantan suaminya.

Sang mantan suami memerintahkan Eka untuk membuang beras yang telah ia cuci ke tempat sampah.

BACA JUGA :  Gebyar Vaksinasi Anak di Dasuk Dikemas Perayaan Ulang Tahun

Dengan perasaan kesal Eka membuang beras tersebut sesuai dengan perintahnya.

“kamu udah cuci dulu pancinya?” Si mantan suami menghampiri Eka saat proses mencuci beras.

“Sudah” jawab Eka.

“pas pancinya masih basah kamu langsung tuangin beras?”

“Iya” jawab Eka menambahkan.

Tapi sikap Eka masih dinilai tak tepat.

Eka tak tahan dan melepas cincin serta gelang mahar dari suami.

“Dan kondisi emosi ku sedang tidak baik karena aku yang sedang pms.
Ku katakan lah padanya, Capek bang di marahin terus dari awal aku serumah sama abang” Saat itu karena aku yang emosi, ku lepas cincin dan gelang mahar dari dia.”

“Tidak lama setelah itu, aku mengalami kram perut karena PMS. Aku letakkan bantal tidur di paha untuk mengganjal perut yang sedang kram. Namun tiba-tiba dia membentak dengan keras, dan menyampaikan bahwa aku adalah istri yang tidak taat,” tulis Eka meniru kata-kata mantan suaminya.

Esok harinya, Eka meminta pulang  rumah orang tua. Eka pergi sendiri, tanpa diantar.

Eka pulang naik bus.

“Aku pulang dari rumah dia di Karawang menggunakan bus menuju Bandung. Tanggal 14 Maret 2022 dia mengirim pesan WhatsApp bahwa dia menceraikan saya,” ucap Eka terkejut.

Eka mengungkapkan alasan membuat postingan di Instagram dan Twitter soal kisahnya diceraikan suami saat baru delapan hari menikah.

“Harapannya semoga tidak ada lagi wanita lain yang bernasib sama dan semoga mengingatkan untuk banyak pria di luar sana agar menghormati wanita. Pernikahan bukan lah hal yang bisa dipermainkan begitu saja,”

Para netizen yang membaca cerita Eka ini pun memberikan berbagai komentar. (*)

Komentar