Alasan Gerindra Jatim Milih Baksos ke Nelayan daripada Pasang Billboard saat Covid-19

Mata Madura - 09/08/2021
Alasan Gerindra Jatim Milih Baksos ke Nelayan daripada Pasang Billboard saat Covid-19
Ketua DPD Gerindra Jatim H Anwar Sadad usai melakukan aksi bakti sosial (Baksos) ke nalayan Kraksa, Probolinggo, Minggu. (matamadura) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.comPROBOLINGGO-Daripada pasang billboard dan baliho saat pandemi Covid-19. DPD Gerindra Jatim lebih memilih melakukan aksi bakti sosial (Baksos) kepada warga terdampak covid.

Begitu yang dilakukan Ketua DPD Gerindra Jatim, H Anwar Sadad  saat membagikan bendera merah putih dan baksos di kampung nelayan Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/8/2021).

Bendera merah putih itu untuk dipasang di perahu nelayan. Terlihat sejumlah perahu tampak mengibarkan bendera yang warnanya pudar.

Para nelayan menyambut hangat. Bahkan, ada sejumlah nelayan yang juga meminta bendera Partai Gerindra untuk dikibarkan di perahunya.

“Hari ini luar biasa simpati dari nelayan, kita baksos, kita dengar aspirasinya, kita berikan bendera. Kita terenyuh mereka minta bendera Partai Gerindra. Saya titip ya bendera partai Gerindra dipasang di kapal,” ucap Sadad kepada wartawan usai menyerahkan Baksos dan bendera kepada para nelayan Probolinggo.

Kegiatan itu dalam rangka menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI. DPD Gerindra Jatim sengaja membagikan bendera merah putih karena Sadad menganggap bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari.

“Merah putih harus berkibar di samudra Indonesia, di seluruh wilayah perairan Indonesia,” terangnya.

Terkait alasan memilih Baksos daripada memasang billboard. Sadad menjelaskan biaya pasang billboard tergolong mahal. Biayanya bisa digunakan untuk bakti sosial (baksos) dan ucapan HUT RI hingga ajakan hidup sehat serta vaksinasi.

“Perlu dipertimbangkan mungkin tidak perlu sekarang pasang billboard, karena kalau billboard itu kesannya berbiaya mahal. Lebih baik anggaran itu kita manfaatkan untuk mengadakan baksos,” terang Sadad yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim kepada wartawan

Kunjungan dan Baksos ke kampung nelayan di Kraksaan, Probolinggo itu, sambungnya untuk meringankan beban para nelayan di tengah pandemi covid dan juga dalam rangka memperingati HUT ke 76 Republik Indonesia.

Dalam pandangan Sadad, situasi pandemi COVID-19 ini, banyak masyarakat yang dilanda kesusahan akibat dampak pandemi covid-19.

Karena itu, alokasi biaya pemasangan billboard bisa diberikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Misalnya billboard di satu kota ada lima, terus sewanya Rp 5 juta atau Rp 10 juta. Lebih baik 50 juta itu digunakan untuk bakti sosial, berikan kepada masyarakat yang membutuhkan sekarang,” tambahnya.

Saat aksi Baksos di Probolinggo, Sadad ditemani para pengurus DPC Gerindra Probolinggo dan anggota Fraksi DPRD Probolinggo.

Usai kunjungan dan Baksos itu, Sadad meminta kepada semua kadernya untuk merayakan HUT ke-76 Republik Indonesia dengan kegiatan bakti sosial

“Para anggota dewan dari kader Gerindra tidak perlu memasang di billboard atau papan reklame di tengah kondisi PPKM. Para kader Gerindra bisa lebih dekat dengan masyarakat dan uluran tangannya agar lebih nyata dirasakan warga,” pungkasnya.

sumber: matajatim

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->