Kenapa Prabowo Harus Presiden RI?

Oleh Frank Wawolangi

matamaduranews.com-Belum lima tahun yang lalu, kita menyaksikan debat calon presiden tahun 2019 antara Jokowi melawan Prabowo. Dimana pada saat itu Prabowo dianggap sangat pesimis melihat kondisi global kedepannya. Prabowo diframing habis, dianggap selalu menakut-nakuti rakyat dengan ketidakpastian global, ancaman invasi negara lain dan hilangnya kedaulatan negara kita.

Namun seperti yang kita alami sendiri, pada tahun 2019 dunia dihajar oleh covid-19 yang berdampak pada resesi global. Selain itu perang dagang China vs AS, konflik Russia melawan Ukraina yang membawa kita pada kondisi menuju krisis global dimulai dari pangan energi dan ekonomi. Dimana apa yang selama ini di “pesimis” kan oleh Prabowo benar-benar terjadi dan nyata.

Tercatat sampai saat ini ada 25 negara telah dianggap “bangkrut”. Negara sebesar Inggris dan Perancis pun telah mengalami krisis pangan setelah sebelumnya negara-negara Eropa lainnya dihantam krisis energi. Sehingga terlihat jelas dan nyata, bahwa apa yang selama ini diperingatkan oleh Prabowo Soebianto bukanlah pesimisme namun sebuah warning bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini, di media massa dan online, Pemerintah Indonesia seakan-akan mengajak rakyat Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi resesi tahun 2023. Banyak ekonom senior, junior dan ekonom jadi-jadian semuanya latah menyuarakan ketidakpastian global. Atau bahasanya ya itu tadi, “pesimisme”. Bahwa Kondisi perlambatan ekonomi juga akan mengunjungi Indonesia, oleh karena itu rakyat Indonesia harus bersiap-siap. Pemerintah pun juga sudah mulai pelan-pelan menaikkan suku bunga nya. Mitigasi resiko pun sudah dipersiapkan untuk menghadapi perlambatan ekonomi global.

BACA JUGA :  90 Anggota PPK Bangkalan Resmi Dilantik

Dan Prabowo sebagai seorang pemimpin selalu menawarkan solusi bagi setiap krisis yang ada. Solusi untuk melawan resesi sudah lama dipikirkan oleh Prabowo yang juga sudah lama dikerjakan oleh Partai Gerindra pimpinan Menteri Pertahanan RI yang ke 26. Salah satunya Program “Big Push Strategy” yang melakukan penanaman jagung dan aren besar-besaran untuk menghasilkan biofuel yang kita kenal dengan penamaan program “Food Estate”.

Ketika perlambatan ekonomi terjadi di seluruh dunia, hanya negara yang mampu memproduksi pangan dan energi nya sendiri yang akan bertahan, dan bahkan menjadi negara “maju”. Indonesia bahkan akan menjadi negara produsen yang diperebutkan negara-negara lain. Ketika hal tersebut terjadi, maka Indonesia mampu terhindar dari resesi dan dapat melangkah menjadi negara yang diperhitungkan.

Disinilah letak strategis dari pemimpin suatu bangsa. Memilih pemimpin itu bukan sekedar memilih orang yang paling “baik”, paling “terzolimi”, paling “populer”, paling “alim” atau yang paling “kaya”. Namun memilih pemimpin bangsa seharusnya orang yang visioner. Orang yang mampu menjawab perkembangan jaman. Orang yang mampu menjawab persoalan bangsa.

Tidak dapat dipungkiri, Prabowo Soebianto telah membuktikan bahwa beliaulah jawaban dari tiap persoalan di Indonesia. Jadi berhentilah memikirkan untung rugi atau bagaimana hitung-hitungan politik. Memilih Prabowo sebagai presiden RI adalah usaha kita untuk menyelamatkan bangsa Indonesia.

Komentar