Ketika Anies Hadapi Bullying Kaum Sumbu Pendek

matamaduranews.com-Ketika Anies Hadapi Bullying Kaum Sumbu PendekAnies ini manusia jenis apa ya? Kok gak ada marah marah nya meski dihujat dan difitnah kanan kiri oleh kaum otak kecil dan sumbu pendek.

Anies santai aja dan yang bikin adem adalah Anies selalu senyum menanggapi gempuran kemarahan dan kekecewaan pasukan sumbu pendek.

Suatu saat dalam pidato sambutan di sebuah acara Kongres jamaah Al Wasliyah di Jakarta, Anies dengan nada berkelakar menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat atas penyelenggaraan Formula E yang belum bisa memuaskan.

Anies mengatakan permohonan maafnya kepada kaum sumbu pendek, kaum pesimis yang meragukan Formula E bisa terselenggara. Anies tidak bisa memuaskan mereka karena Formula E terselenggara. Sehingga menimbulkan kekecewaan mereka.

Pernah juga dalam sebuah acara stand up comedy dimana penyelenggaranya adalah mereka yang tak pernah mendukung Anies saat pilgub Jakarta.

Anies diundang dan datang diminta untuk memberikan sambutan. Anies santai dan tak canggung berdiri di hadapan ratusan penonton dan para komedian dengan mengatakan “selamat malam kepada orang orang yang tidak pernah mendukung saya”, sontak semua yang hadir tertawa tanpa ada rasa marah dan ketersinggungan.

Bagi Anies memang tak perlu emosional menanggapi mereka, apalagi terus marah, karena yang dikehendaki oleh mereka itu adalah Anies reaktif, emosional dan marah.

Kalau Anies reaktif, emosional dan marah, mereka akan bahagia dan semakin bersemangat menebarkan fitnah dan berita bohong tentang Anies. Karena memang mereka dibayar untuk itu.

Sehingga semakin Anies marah, mereka akan semakin bahagia dan akan bertambah pundi – pundi keuangannya.

Jadi diamnya Anies, santainya Anies menanggapi mereka, akan semakin membuat mereka marah dan semakin mereka marah, pendapatan mereka tidak akan bertambah tambah.

BACA JUGA :  "Kiai Maimoen Waliyullah,” Ujar Syekh Rojab. Saya Langsung Tewas!

Anies tahu betul bagaimana cara memperlakukan buzzer kaum sumbu pendek tersebut. Semakin dia diperhatikan dia akan semakin menjadi – jadi, maka yang paling baik adalah dibiarkan, lalu Anies fokus pada kerja – kerja melayani masyarakat untuk menuntaskan janji – janji politiknya kepada warga.

Bagi Anies lebih baik membahagiakan warga daripada membahagiakan mereka. Bagi Anies membiarkan mereka dalam kemarahan dan kecemasan dengan kerja – kerja terukurnya, akan membuat Anies semakin bersemangat melayani rakyat.

Yang terakhir konon kabarnya mereka sedang serius mencari kesalahan Anies di Formula E. Berbagai upaya dilakukan untuk membuktikan dengan dalih bodong. Bagi mereka apa yang tidak mungkin untuk menghadang Anies agar calon yang didukung oligarki bisa melenggang.

Lalu bagaimana sikap Anies? Anies tetap tenang dan fokus menyelesaikan janji janjinya melayani warga Jakarta.

Anies tetap berkomitmen bahwa hadirnya dia sebagai gubernur Jakarta ada amanat konstitusi yaitu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta. Yang dilakukan Anies malah membuat mereka marah dan kecewa, karena Anies membebaskan PBB warga Jakarta yang NJOP nya dibawah 2 M.

Anies semakin dicintai warga Jakarta dengan kebijakan kebijakan kebijakannya yang populis. Semakin Anies populis dan dicintai rakyat maka akan semakin keras mereka membully dan menyebar fitnah.

Dibutuhkan ketenangan dan selalu berdoa agar Tuhan menghadirkan keadilan melalui caran Nya.

Surabaya, 13 Juni 2022

sumber: kempalan

Komentar