Ketika Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Ngaji Kitab Kimiya’ al-Sa’adah Karya Imam al-Ghazali

matamaduranews.comSURABAYA– Di tengah pandemi Covid-19 pada bulan Ramadan kali ini banyak orang memilih aktivitas di rumah.

Aktivitas politisi DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad tergolong tak lazim. Sebab, politisi Gerindra yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim ini, mempunyai kebiasaan mengadakan pengajian kitab secara daring bersama komunitasnya setiap sore hari jelang berbuka puasa.

Mata Surabaya pernah diundang bergabung ke pengajian daring bersama komunitASnya lewat aplikasi zoom.

“Jika sedang tidak sibuk dan ada waktu senggang, Silahkan Join Pengajian KomunitAS Kitab Kimiya’ al-Sa’adah al-Imam al-Ghazali. Qori’ Ust. Maftuhin Shobar (Yayasan Al-Ijtihad Nguling Pasuruan),” tulisnya dalam undangan via WhatsApp, Rabu (6/5/2020).

Menurut Sadad, pengajian kitab Kimiya’ al-Sa’adah karya al-Imam al-Ghazali diikuti oleh teman-teman komunitasnya sejak awal Ramadan.

“Pembaca kitabnya bergantian: saya sendiri dan kiai-kia muda, seperti KH Basyir Nawawi, KH Mahrus Ali Kholil dan KH Maftuhin Shobar. Setiap hari mulai pukul 16.00-16.30 WIB melalui aplikasi zoom,” tutur Sadad, kepada Mata Surabaya.

Seperti di hari ke 12, pembaca kitab adalah Gus Firjohn Barlaman bin KH Ahmad Sidiq, Jember. Hari ke 11, pembaca Anwar Sadad. Pada hari ke-10, KH Subkhan Faqih, Darul Ulum Rembang, Pasuruan. Hari ke-9, pembaca kitab, KH M. Mahrus Kholil dari Ponpes Darul Ulum, Paiton. Hari ke-8, pembaca Ust M. Maftuhin, Yayasan Al-Ijtihad Nguling Pasuruan. ke-7, pembaca kitab, KH M. Basyir Nawawi dari Ponpes Lubbul Labib Maron, Probolinggo. Pada hari ke-6, pembaca Anwar Sadad. Begitu secara bergilir.

BACA JUGA :  Metamorfosis al-Ghazali; Dari Filsuf Menuju Sufi (3)

Peserta pengajian dari kitab tasawuf ini diikuti beragam latar sosial. “Macam-macam backgroundnya yang ikut. Ada yang alumni Langitan, Lirboyo, Sidogiri, Tambak Beras. Juga ada pengusaha, ada ustadz dan kiai muda,” tambah mahasiswa program doktoral UIN Sunan Ampel, Surabaya ini.

Kata Sadad, pengajian daring kitab Kimiya’ al-Sa’adah karya al-Imam al-Ghazali untuk mengaji diri. Dalam kacamata akademik dikenal dengan Filsafat Manusia.

“Kita perlu melestarikan warisan para ulama dengan mengaji kitab klasik karya ulama besar sekaligus filsuf muslim berpengaruh, yaitu Imam al-Ghazali. Dari karya beliau kita bisa mengetahui cara mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui mengenal sifat-sifat yang ada dalam diri kita. Isi kitab itu juga menjelaskan sebagaimana yang dilakukan para sufi terdahulu bisa ittihad,” papar alumni Sidogiri ini.

Hadi, Mata Surabaya

Komentar