Koni Bangkalan Kenalkan Cabor Dance Sport

matamaduranews.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Bangkalan memperkenalkan Dance Sport kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kamis 1 September 2022.

Sosialisasi itu berlangsung di Ruang Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, yang di hadiri oleh Guru olah raga dan sejumlah siswa perwakilan dari Sekolah SD dan SMP se Bangkalan.

“Kami perkenalkan Cabang Olahraga (Cabor) baru, yang dibentuk 1 tahun yang lalu yaitu Dance Sport,” jelas Ketua Koni Bangkalan Fauzan Jakfar,

Kata Fauzan, alasan memperkenalkan Dance Sport kepada siswa tingkat SD dan SMP itu, merupakan sasaran utama karena hal itu sangat penting untuk memperkenalkan kepada siswa sejak dini.

“Kita harus menyiapkan kepada kelompok tingkat SD dan SMP, karena ini pembinaan,” terang dia

Kata dia Cabor Dance Sport itu penting disosialisasikan, supaya masyarakat tidak Negative Thingking tentang Dance, karena dance ini merupakan olahraga

Menurut dia, Dance Sport yang disosialisasikan itu bukan seperti dance yang seperti biasanya dikenal oleh khalayak umum melainkan olahraga.

“Saya harap cabor ini bisa diminati dan terus berkembang,” Ujar dia

BACA JUGA :  Empat Laga Delapan Besar Piala Presiden 2017 Tidak Digelar di Pamekasan, Kenapa?

Kata Fauzan, selain pembinaan terhadap siswa tingkat SD dan SMP arahnya menambah prestasi terhadap kabupaten bangkalan, menurut dia ketika melihat dan belajar kejadian di Porprov atlit yang dipertandingkan mulai dari usia dini.

Dance Sport Bangkalan
Sosialisasi Cabang Olahraga Dance Sport kepada para siswa di Bangkalan. Sosialisasi dianggap perlu oleh Koni Bangkalan biar masyarakat tak menilai negatif kepada salah satu cabang olahraga ini.

“Sasaran kami Anak SD dan maksimal SMP,” pungkas mantan Ketua KPU Bangkalan ini.

Sementara itu, Kepala Disdik Bangkalan, Bambang Budi Mustika menyampaikan, Cabang Olahraga Dance Sport itu merupakan olahraga baru sehingga perlu diadakan sosialisasi.

“Kalau yang lama tidak perlu karena sudah di kenal oleh masyarakt,” terang dia

Lanjut Bambang, Butuhnya sosialisasi terkait olahraga yang baru ini, khawatir ada kesalahpahaman antara guru sekolah dan masyarakat, karena dance itu dikenal dengan tarian yang bergandingan dengan pasangan lawan jenis,

“Biat tidak terjadi komunikasi karena dance sprot menggunakan morma norma,” papar dia

Kata Bambang, alasannya memberikan sosialisasi kepada anak SD dan SMP karena olahraga yang bagus itu dulai sejak usia dini,

“Kebetulan kami punya basic untuk anak usia dini, sehingga bisa memilah keahlian anak dan dipupuk,” Pungkas dia. (*)

Komentar